Wednesday, July 10, 2013

WPAP

Wedha's Pop Art Portrait (WPAP) merupakan cara membuat illustrasi tanpa garis lengkung. Semuanya adalah garis-garis lurus yang tegas dengan warna yang tegas pula. Dipopulerkan oleh mas Wedha, seorang illustrator di majalah HAI.
Berikut karya-karya WPAP saya yang bertema Tokoh Indonesia: 





Wednesday, July 27, 2011

By-Hand (international logo)


Logo By Hand (2010)
www.by-hand.co.uk

Curriculum Vitae

Nama : DHANAN ARDITYA
Lahir : Jogjakarta, 19 Desember 1979
Golongan Darah : B
Alamat Rumah : Jl. Solo Km.8 gang Melati 136
RT. 05/RW. 28 Rejoinangun
Depok, Sleman, Jogjakarta 55282
E-mail : inidhanan@yahoo.com
Website : www.dhanan.blogspot.com
Pendidikan Terakhir : S1 FISIPOL, Ilmu Komunikasi – UGM (2006)
Hobi : nonton film, menggambar/desain, menulis, mendengarkan musik


PENDIDIKAN

2005 : IMAGO School of Modern Advertising – Short course (Mei – Juni)
1998 – 2005 : S1 FISIPOL, Komunikasi UGM
1995 - 1998 : SMU Muhammdiyah II, Jogjakarta

PENGALAMAN BEKERJA

2007 – sekarang : Kabag. Program PT. Taman Impian Jaya Ancol
2006 – 2007 : Management Trainee PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.
2000 – sekarang : Komikus untuk beberapa media (KickOff! Soccer Media, Elektrika - media internal PLN, beberapa buku dan komik)
2003 – sekarang : Tim Kreatif Simulacra Audio Visual
2003 : Magang sebagai copywriter di Cabe Rawit Marketing Communications – Jakarta (4 bulan)

PENGALAMAN ORGANISASI

2006 : Kontributor Comic-strip Elektrika, Media Internal PLN Jateng-Jogja
2003 : Tim Kreatif Simulacra Audio-Visual, Jogjakarta
2003 : Sekretaris “SCTV Goes to Campus #3”, Jogjakarta
2003 : Kontributor Comic-strip KickOff! Soccer Studies Media
1999 – 2002 : Lay-outer dan illustrator majalah Swara (Komunikasi, UGM), Jogjakarta
1999 – 2002 : Lay-outer dan illustrator newsletter Mingguan Bulaksumur Pos (Persma UGM), Jogjakarta
2001 : Ketua II Study Perspektif Komunikasi UGM “Road to Jakarta”
2001 : Sekretaris “SCTV Goes to Campus #2”, Jogjakarta
2000 : Koordinator Pubdekdok “SCTV Goes to Campus”, Jogjakarta
1999 – 2000 : Ketua divisi Broadcasting Komunikasi UGM
1999 – 2000 : Bendahara KINE Club Komunikasi UGM
1999 : Koordinator Pubdekdok Komunikasi UGM “Great Camping”
1999 : Humas Ikatan Alumni SMU Muhammadiyah II Jogjakarta
1999 : Humas PIKM (Pekan Ilmiah dan Karya Mahasiswa) UGM

PERTEMUAN ILMIAH

2009 : Advance Management Workshop, JAYA GROUPS - Jakarta
2009 : Creative Event Management (Ancol, Jakarta)
2009 : Creative Thinking Workshop: From Ideo to Innovation, oleh Productivity & Quality Management Consultants dan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., Jakarta
2005 : - Creative Seminar Pinasthika Ad. Festival 2005 “No Guts No Glory”
- Creative Seminar Pinasthika Ad. Festival 2005
“How to Create and Execute Crazy Ideas.”
- Creative Seminar Pinasthika Ad. Festival 2005
“Power of Creative with Mr. Yuya Furukawa.”
2002 : Seminar “Kontribusi Ilmu, Teknologi dan Praktisi Komunikasi dalam Pengembangan Pendidikan Komunikasi di Indonesia.”
2001 : Creative Circle Indonesia (CCI), Student Creative Award & Workshop, Jakarta (Wakil UGM, Jogjakarta)
2000 : Diklat Penyiaran Radio, Divisi Broadcasting UGM
1999 : - Pelatihan Public Relations “Peranan dan Eksistensi PR dalam Membangun Citra Positif Perusahaan.”
- Diklat Film, Kine Club UGM
- Diklat Fotografi, PPC (Publicia Photo Club) Komunikasi UGM
1997 : Diklat Jurnalistik SMU Muhammdiyah II Jogjakarta (Karikatur terbaik)


(BEBERAPA) KARYA & PENGHARGAAN
(Dapat dinikmati juga di www.dhanan.blogspot.com)

2010 : Internal Communications Kit & Media Public Relations, untuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia)
2008 – 2009 : - Desain sampul-sampul buku untuk LKMBP (Lembaga Kajian Media dan Budaya Populer) – Jogjakarta
- Logo “ByHAND” untuk perusahaan souvenir di Inggris
2007 : - Logo TORNADO (Wahana baru di Dunia Fantasi Ancol)
- Buku saku Core Value Ancol
2006 : - Juara 1 Lomba Poster Menpora – versi : Peralatan untuk Menang (Copywriter)
- Juara 3 Lomba Poster Menpora – versi : Kibarkan Merah Putih (Copywriter)
- Juara 3 Lomba Poster Badan Narkotika Nasional – versi : Berapa Banyak (Copywriter)
- Juara 1 Lomba Iklan Komisi Pemberantasan Korupsi – KPK – versi : Harus Mati! (Copywriter)
2005 : - Finalis Lomba Iklan KPK – versi : Uang
- GOLD Pinasthika Ad, Festival 2005 – Iklan Layanan Masyarakat Anti Narkoba versi : Sayat Tangan (Copywriter)
- 10 Iklan Terbaik Mahasiswa Pinasthika Ad. Festival 2005 – Iklan Diri versi : Pakai Otak (Copywriter)
2002 : Iklan Terbaik Lomba Iklan “How Spicy Are You” Cabe Rawit, Jakarta – Iklan
layanan masyarakat “Indonesia Pecah Belah” (Copywriter + Illustrator)
2004 : Gang Cucakrowo – Sinetron untuk JTV Surabaya (Kameraman)
2005 : Bika Ambon Medan – Film Dokumenter (Kameraman)

Thursday, July 15, 2010

Setelah Setahun

"Saya terima nikah dan kawinnya Sinta Kurniawati binti Soeyato, dengan mas kawin uang sebesar 372.009 rupiah, dibayar tunai!"

Sebuah janji yang terucap di hadapan Gusti Allah. Saya ucapkan lantang dan tegas. Leganya saat itu. Seharian yang membuat segenap pikiran saya merasa aneh. Sebuah perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Jantung berdebaran seharian. Tidur pun tidak bisa, padahal ngantuknya minta ampun sesiangan itu. Menunggu malam tiba untuk acara ijab-kabul. Hanya berpikir; "Semoga semuanya lancar. Amin."

Menikah. Salah satu fase yang akan dilewati sebagian besar manusia yang hidup di dunia ini. Banyak yang merasa gamang untuk melewati fase itu. Persiapan harus juga matang. Persiapan lahir dan batin. Saya pun juga mengalaminya. Dengan berawal dari sebuah pertanyaan "Apa tujuan saya hidup?".
Jodoh, rejeki dan kematian, kata orang, itu rahasia Tuhan. Saya sering bertanya-tanya tentang hal itu. Sebelum saya "menemukan" Sinta, pertanyaan tentang hal pertama itu sangat menarik. Terlebih bagi saya yang susah untuk menghadapi perempuan. Apa yang terjadi nanti jika saya menemukan perempuanku? Ternyata memang tak jauh-jauh dari perkiraan saya. Saya pun canggung. Melakukan tindakan-tindakan yang tak terkontrol. Hihihi.... banyak hal lucu di sana terekam dalam kenangan kami.

Seperti halnya pasangan jaman sekarang yang akan melangsungkan pernikahan. Kami pun membuat album foto pra nikah kami. Istilah kerennya sih; pre-wed. Mengenai ide dan konsep, calon istri saya waktu itu menyerahkannya kepada saya. Namun, walaupun calon istri sudah mempercayakannya pada saya, saya tetap harus berdiskusi dengannya. Maka didapatlah konsep candid, alias pengambilan gambar secara sembunyi-sembunyi tentang tingkah polah kita berdua. Alasan kenapa pakai candid hanyalah, karena saya sendiri sebenarnya phobia untuk difoto. Saya kurang menyukai difoto. Karena saya tak pandai bergaya. Gaya saya standar-standar saja. Namun jika kalian menemukan gaya-gaya saya yang tak standar dalam foto-foto di bawah ini, sudah pasti itu karena pengaruh Sinta yang memang gemar difoto dan pandai bergaya. Memang dia punya kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi saya di beberapa hal.

Saya pun menghubungi Oki, teman akrab saya semasa kuliah sampai sekarang. Saya dan Oki sudah akrab sejak masuk kuliah dulu, selain si Fitria "Titrit", yang di berbagai acara kami selalu pergi bertiga. Kadang ikut juga si Benny, teman kami yang lucu. Dan sudah dapat diduga, saya pun dulu canggung sewaktu pertama kali menghadapi Oki dan Fitria hehehehe....

Konsep yang saya inginkan ternyata cukup rumit. Mungkin karena bahasa verbal saya yang kurang mumpuni. Ditambah intonasi suara saya yang sering tumpang tindih. Jangankan lawan bicara, saya saja kadang bingung dengan omongan saya sendiri (glodaxs...!!!).
Konsep candid yang kami inginkan adalah di keramaian. Maka kami gunakan tempat-tempat umum... ssttt... secara sembunyi-sembunyi. Lha wong namanya juga candid.
Maksudnya, kami ingin "sedikit" menghindari foto-foto indah yang sering dipakai dalam foto-foto pre-wed. Foto indah yang sepertinya dunia milik berdua, di dunia antah barantah dengan background indah, langit cerah, sejuk, romantis.... walaupun masih ditemukan juga dalam foto-foto kami.

Karena sudah dekat, Oki pun juga sering melempar ide. Dan ternyata, suaminya Oki, mas Desi Suryanto, juga ikut nimbrung menyampaikan ide dan ikut motret! Waaaahhh!!! Surprise! Sepasang suami istri jagoan motret yang memotret kami. Dan yang tak kalah surprise, ternyata foto-foto itu dinyatakan sebagai hadiah pernikahan buat kami.
Suatu saat kami akan melihat-lihat kembali foto-foto ini, bersama putra atau putri kami. Sambil bercerita bahwa orangtuanya punya teman-teman yang baik dan menyenangkan.

Di hari H, kami sudah siap pagi-pagi di rumah Oki-Desi. Berdandan sekenanya. Tak banyak pakaian kami persiapkan. Kami ingin natural. Oki pun ikut mendandani Sinta. Sementara Desi sudah berangkat ngantor, siangnya baru akan bergabung dengan kami.
Seharian kami berfoto. Tingkah polah kami diabadikan Oki-Desi dengan 2 kamera SLR-nya. Desi, walaupun sedang bertelephon, tiba-tiba mengarahkan kameranya pada kami yang tengah bergurau. Mulanya kami tak sadar. Atau Oki, yang disaat kami berjalan, diam-diam sudah mengambil beberapa gambar diantara keramaian. Itulah beberapa gambaran dalam proses pemotretan kami.
Tak lupa, Arif "DJ Bachox's" Wicaksono turut memberikan nuansanya dengan tulisan yang mengiringi foto-foto itu secara berurutan.

Album ini kami taruh di depan pintu masuk, seweaktu resepsi. Bagi mereka yang belum sempat menikmati, silakan melihat-lihat di sini:

Mengambil lokasi di warung dawet Langenastran, dekat bengkel kereta api, Jogjakarta.
Siang hari, setelah capek berfoto di stasiun tugu, kami menikmati es dawet di sini. Di bawah pohon yang rindang. Tak lupa kami berfoto-foto.
Tak lupa Oki menambahkan sesuatu dalam finishing touch di foto itu.... hehehehe...
Dadi bakul dhawet yo Ki...


Berlokasi di Bale Bengong, jalan Kalasan.
Sebuah rumah makan bernuansa Bali dengan sawah disekelilingnya. Di sini pun kami berfoto secara sembunyi-sembunyi.
Masih di Bale Bengong.
Suasana di sini memang menyenangkan, dengan gazebo-gazebo yang tersebar di rumah makan ini.
Tak jarang, kami dan fotografer bermain tanda.
Karena tak harus yang bernyawa yang perlu masuk dalam sebuah foto. Benda mati pun punya cara sendiri untuk berbicara.
Silakan menafsirkannya sendiri.

Beristirahat setelah berjalan-jalan di Malioboro.
Atas rekomendasi Oki, kami mampir di rumah makan Cirebon, di depan bioskop Indra - Malioboro.
Foto-foto di sini lebih banyak didominasi atas inisiatif fotografer.
Kami memang diarahkan untuk bergaya, namun beberapa foto diambil secara candid oleh Oki-Desi.
Hasilnya, artistik dan menarik. Bener-bener candid!


Stasiun Tugu, Jogjakarta.
Kami sempat dipergoki oleh salah seorang petugas PJKA di sana.
Hehehe.... Walaupun begitu, tetap tak menyurutkan semangat kami untuk berfoto.
Stasiun adalah tempat yang penuh kenangan bagi kami.
Ini adalah pengambilan foto dimana kami benar-benar "dipaksa" untuk bergaya.
Sinta mungkin tak masalah. Tapi itu masalah buat saya. Saya tak bisa bergaya!
Oki pun sempat kewalahan mengarahkan gaya saya
(hehehe.... sori yo Ki!... lha kowe ki yo malah melu ngguyu!)

Sekali lagi keluarga Oki menampakkan "kejahilannya".
Lihat saja poster film di bioskop Indra yang terpampang.
Kami akan selalu tertawa-tawa kalau melihat foto-foto ini.

Salah satu benda paling penting bagi kami.
Jogja-Solo, dihubungkan oleh kereta api Prambanan Ekspress (PRAMEKS).

Stasiun dan suara kereta benar-benar menjadi kenangan bagi kami.


Dan, tak terasa. Di akhir pemotretan Oki-Desi kehabisan film.... eh, itu kamera digital dink. Maksudnya kehabisan space dalam memory card kamera SLR mereka. Setelah dicek, masing-masing kamera ternyata sudah mengambil 1000 gambar saya dan Sinta.
Yak Ampun!!! Jadi ada ribuan kali saya di foto dalam sehari!!!

Doakan kami selalu bahagia. Dan akan terus bahagia.

Apalagi menanti buah hati kami yang akan segera hadir.



Terimakasih buat teman-teman semuanya.
Terimakasih banyak

Tuesday, September 01, 2009

puisi bodoh dengan gambar Sapi


Aku tak ingin mencengkerammu erat-erat
hingga kau kesakitan.
Aku tak ingin membebanimu
dengan rasa bersalah, hingga tak bisa melihat apapun.

Aku hanya ingin menggenggammu lembut
hingga kamu merasa aman di dalamnya.
Melihat kilaumu di kedekatan
melihat unik dan indahmu.

Melihatmu terbang gemulai
bersama peri-peri kecil anugerah tuhan
menghias langit
menjadikan dunia lebih baik.

Thursday, June 11, 2009

Dan, Ternyata Sinta tak Mencari Rama!

Dalam epos Ramayana yang dikisahkan oleh Walmiki sejak ratusan tahun yang lalu,
Sinta yang cantik dan ayu menjadi pasangan dari Sri Rama dari Kerajaan Ayodya.
Kisah ini mirip dengan kisah Romeo dan Juliet.
Namun saya yakin, kisah Ramayana ini tak ada hubungannya, bahkan mencontek, dari kisah Romeo dan Juliet.
Lha wong, kisah Ramayana dicipta jauh sebelum William Shakespeare lahir di dunia.
Dan kisah Ramayana mempunyai akhir yang bahagia di banding Romeo dan Juliet.

Sayangnya, itu semua hanya mitos saja.
Cerita turun temurun yang sudah berkembang jalan ceritanya.

Di dunia nyata, ternyata Sinta bukan milik Rama!

Maka, agar kalian bisa menjadi bagian dari kisah besar ini, kami mengundang kalian untuk hadir dalam acara resepsi pernikahan:

DHANAN "Musho" ARDITYA, SIP.

dan

SINTA KURNIAWATI, STP.

Yang acaranya akan berlangsung pada:

Akad Nikah:
Hari : Jum'at Pahing, 3 Juli 209
Pukul : 19.00 WIB
Tempat : Kediaman bapak Suyato
Tegalasri RT 07 RW 06, Bejen, Karanganyar

Resepsi di Karanganyar:
Hari : Sabtu Pon, 4 Juli 2009
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Gedung Wanita Karanganyar
Jl. Wachid Hasyim no. 1 Karanganyar

Resepsi Jogjakarta
Hari : Minggu Wage, 5 Juli 2009
Pukul : 10.30 WIB
Tempat : Jogja Fish Market
Jl. Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta

Dan tentunya, kisah ini adalah awal dari kisah yang akan kami jalani dengan sangat menyenangkan.
lebih menenyangangkan dan membahagiakan dari mitos di atas.
Bersama para buah hati kami,
nantinya.
Amin.


Klik untuk memperbesar
Klik untuk memperbesarKlik untuk memperbesar


Monday, August 25, 2008

Tuesday, August 19, 2008

Masa! Masa?

Dengan pengalamanmu tentang huruf.
Saya yakin kamu pasti bisa membacanya, biarpun huruf-huruf ini saya balik-balik.


17 Agustus 2008

Apa jaidnya jkia smeua oarng mngeeathui masa dpeannya? Bgaamiana sbeuah akhir akan bnear-benar breakhir. Tnteunya akan meanrik. Atau bisa sjaa tak ada mneairknya sama skeali? Kreana stieap oarng sduah mngeethaui tkadrinya msaing-msaing. Keamna dia akan prgei, apa ynag aakn mneimpanya.
Para pjeuang tnetu tak aakn brejaung trlealu kears kreana akan thau bhawa 17 Augtsus 1945 bngasa ini mnyaeatkan diri MERDEKA! Wlaapuun Bleanda sneidri bresikkuuh klaau Inndoesia mrdeeka thuan 1949. Tnetu para pdgeaang bkeerja smabil bremlaasan, kreana tahu hrai ini akan uuntng atau rugi. Tnetu bnuga akan enaggn bremkreaan, kraena esok hrainya lagi mreeka akan sgeera lyau dan mtai.


Hdiup tak akan lagi pneuh kjeuatn. Jika ada pun, psati hnyaa prua-pura trkeejut. Atau, tak aakn dtieumkan koskaata “kejut” dlaam steiap bhaasa dan kmaus di dnuia. Bgeitu pula yang dpiiikrkan Timbulsukoco. Apa yang aakn treajdi esok? Meenynngakan? Mnyeedhikan? Atau bisaa saja? Aapkah dia aakn mreaih smeua cita-citanya? Kmeana dia akan pregi bseok? Dngean saipa dia akan brteemu? Dngean pnjeahat? Pjeaabt? Atau sreoang wnaita cnatik?


Dia snedrii mneykuai kjeuatn-kjeutan. Bgainya, steiap kjeuatn aadlah hal baru. Seitap kjeutan mmpeunyai rasa ynag seallu brbeeda, dan biaasnya seallu mneyeanngkan. Tapi bnyaak juga oanrg yang tak mneyuaki kjeutan. Bagi Timbulsukoco, hal itu trdeengar aenh. Bgaaiamna bisa sseeoarng tdiak mneyukai kjeutan? Bkuanakh keujtan itu mnyeeanngkan. Atau jnatung meerka tak ckuup kuat uuntk mneeirma kjeutan? Saat Kreana mneerima kjutean, speerti sdeang trleepas sbeeantr dan mealyang dari rtuintias dnuiawi. Yang ada hnyaa driinya, wlaaupun cuma bbeearpa dteik. Dnuia mnejadi brbeeda drai bsiaanya. Yang trepkiir hnyaa skeaarng…. Skearang… msaa knii…. Hari ini… dteik ini…. Sautu aungrah. Dan speertinya, masa dtaang aakn lbeih mnyeeanngkan.


Obmak lautan ynag mneerpa bbeatuan pntaai, tmpeat Timbulsukoco dduuk. Psairnya sedkiit. Kraena ini aadlah pntaai buaatn. Sbeuah tnaah rkelamasi, kraena sbeenranya tmepat Timbulsukoco dduuk duulnya aadlah lauatn. Hhmmm…. Tnteunya ombak-oambk ini tak aakn brelraian menjuu pntaai, jkia nnatinya hnyaa aakn brteemu dnegan btau-btau kreas yang aakn mngehanurckan ombak. Tapi iutalh kjeuatnnya. Ktia tak aakn prneah tahu apa ynag aakn trjeadi di dpean. Iutlah kjeutannya.


Hdiup ini speerti skeotak ckolat, ktia tak akan thau apa ynag aakn kita tmeukan.” Bgeitu klaiamt yang seallu diaktkaan ibnuda Forrest Gump pdaa aanknya ynag ccaat mnteal dan kkainya tdiak smepurna. Breupaya mngeangakt mroal aanknya bhwaa diirnya bkuanlah oarng caact, nmaun oarng ynag unik! Dan sipaa mnegira, di msaa dpeannya, Forrest mnjeadi pleari cpeat dan atlet pingpong ynag hbeat! Pailng tdiak, bgeiutlah creita Timbulmukiyo tnetang film Forrest Gump.


Tnetang msaa dpean, tnteu tak lpeas drai msaa llau. Msaa llaulah yang mmpeengrauhi ktia di saat seakrang, dan mneentuakn apa ynag ktia pkiirakn di msaa dpean. Jngaan preanh mlueapkan msaa llau, kreana dngeannylaah ktia mnjeadi speerti itu. Nmaun jngaan trjeebak dlaam msaa llau, kreana kau tak aakn preanh mreaih masa dpeanmu. Suukrilah masa skeraangmu, kraena drai stiulah kmau breanjak menjuu msaa dpeanmu. Eanth drai sipaa ktaa-kata itu, muuncl beigtu sjaa di kpeala Timbulsukoco.


Speeritnya ktaa-kata itu mmeang pas dan bgaus. Pliang tdiak bgai Timbulsukoco sndieri. Dia mkalum jgua jika ada oarng tak mnyeeutjui prkeataan itu. Toh smeua mnausia itu dciiptaakn brbeeda. Tnetu tiap maunsia juga mmpeunyai craa sndeiri-snediri uuntk mngeaatsi msaaalhnya.


Dia ignat sbeuah crieta lain yang prneah ddiongngekan oelh Timbulmukiyo.

Sbeeulmnya, maaf, tdiak ada yang thau sipaa itu Timbulmukiyo. Bnyaak oarng mngeira, meerka aaadlh sdoraa kmebar, aatu plaing tdiak adlaah kkaak breadik, nmaun sbeearnnya bkuan. Mskeipun nmaanya hamipr mriip, tapi meerka bkuaanlh sdoara. Tapi tdiak ada yang thau psatinya juga. Tapi mreeka brdeua mnegnggaap stausmaalain sbeagai sdoara. Hmmm... hbuungan-hbuungan speerti itu speertniya tak ushlaah trlealu dbiahas di sini. Seriing wkatu, nntai pstai kteauhan.

Bgeini crieatnya:


Seoarng lleaki bkeerja sbegaai pnceari kyau bkaar steiap hrainya. Tbuuhnya smpaai bngkook kraena mnggeendong kyau bkaar ynag breatnya mleebhii breat bdaannya. Jdai, tnegaanya dpiastkian luar biasa! Sutau hari istirnya di rmuah akhrinya mealhrikan. Seoarng tteangga mnceari si lleaki itu smpaai ke dlaam htuan, dan dtiemuknlaah si llaeki itu dngean kyau-kayu bsear dipngguungnya “Hei, cpeat pluang! Istrmiu brau sjaa mleahirkan aank lkai-laki!”

Waajh lleaki itpuun brbeinar. Si tteangga sgeera brelari di dpeannya dan lleaki itu kseuiltan dnegan bbean di pngguungnya, dnegan ssuah pyaah ia mngengkaat kkainya, iingn cpeat smpaai di rmuah. Tak lmaa, tteangga itu kmbeali lagi dnegan trrgpooh-gopoh “Ayo.. sduahlah! Tnggiaalkn bbeanmu! Aankmu. Msaa dpeanmu mneunggu di rmuah!”

Llau lleaki, dbiantu tteangga, mleepaskan iktaan kyau dan mneingglkaan kayu-kyau itu. Mreeka bredua pun brleari gmebira mneuju “msaa dpeannya”.


Kata Timbulmukiyo, itu aadlah cpluikan drai film Tai Chi Master!

Ah, trenytaa dia hnyaa mnceuplik drai film. Kkuira creita dari dia snedrii! Huh.. apa hbeatnya?!

Jika msaa llau mnejadi bbean bgaimu uuntk mreaih msaa dpean, tnggiaalkn sjaa! Kraena dia hnyaa aakn mmpeersluitmu mreaih msaa dpeanmu. Bgeitu psean dari aedgan itu, kata Timbulmukiyo. Entah bnear aatu saalh, nmaanya sjaa MUKIYO!


Spreeti nmaanya, Timbulsukoco jgua tak sreatus prseen prceaya pda smeua oomngan Timbulmukiyo. Kraena dia snedrii aadlah tremsauk nostalgis, yang dlaam biografi Che Guevara dsiebut sbegaai Passivist. Passivist dlaam bkuu itu jgua dsiebtkuan sbeagai gloongan cnita dmaai. Bgaaimnaa mngukin Timbulsukoco mneingglakan msaa llaunya?! Msaa llaunya bgeitu inadh. Ya, ada bbeerapa yang tdiak indah, nmaun itluah dniamikanya. Jkia smeuanya iandh, mkaa ktia tak aakn mneeumkan hal yang pliang indah. Keitdak indaahn dan kseurmaan msaa llau aadlah pmbeeljaaran aagr kita menghrgaai satuu aungrah. Dari creita-crieta Timbulmukiyo, plaing tdiak, dia aakn mngeingat kayu itu dlietakkan. Mngukin, stuau saat itu aakn breguna di masa dpean.


Nmaun jkia disruuh memiilh. Timbulsukoco lbeih mmeilih ke msaa dpean. Wlaapuun prenah, uuntk bbeearpa saat, dia trjeebak daalm masa llau. Dia brepkiir tleah kmeana-mana, nmaun kraena msaa llaunya, steelah sdaar dia trneyata tdiak kemana-mnaa. Hnyaa breptuar-puatr sjaa di stau tmepat, hnigga driinya capek. Mnyeiksa diri dngean pkiiran-pikiarn msaa llaunya.


Msaa llau, mmeang, pnuya kneangan snedrii. Yang inadh atauupn tidak. Trekaadng mnausia ingin mmeblaikkan wkatu uuntk mngeulangi keindahannya, atau mmeprebaiki ksealaahnnya. Nmaun syaangnya, kjeadian speerti itu hnyaa ada daalm creita-crieta dngoeng sjaa. Msaa dpean, pneuh hraapan dan iimpan. Nmaun bnyaak oarng tkaut mngehdaapinya. Takut ggaal. Takut mleeset. Takut saalh. Mmeang mnauisa aadlah jiwa-jiwa ynag kteakutan. Itu pun sduah tkadir dan mreupaakn hal ynag mnausiawi. Itu hnyaa msaaalh pliihan sjaa. Piilhan yang hraus dsieelseikan oleh drii snedrii. Tak ada oarng lain yang bisa mnceampruinya sleain driinya snediri, yang lain hnyaa bsia mmbeerikan smengaat. Msaa llau slealu indah, nmaun di snaa jgua ada pnyeeslaan dan kkeecewaan. Msaa dpean pneuh impian, nmaun di snaa akan pneuh rnitngaan. Dan msaa knii aadlah aungrah.


Jika Timbulmukiyo punya cerita tentang Forrest Gump, maka Timbulsukoco ingin membuat ceritanya sendiri. Bahwa hidup ini seperti sekotak puzzle, keeping-kepingnya seperti tak berurutan namun semuanya penting dan saling berkaitan, dan kita sepertinya telah melihat walaupun keeping-keping itu belum saling terhubung. Lalu di sanalah timbul kejutan. Seperti tulisan acak-acakan ini. Dengan pengalamanmu, saya yakin kamu bisa membacanya.


Apakah kamu sedang terjebak pada masa lalu?

Atau, sedang menatap pada masa depan?